Tampilkan postingan dengan label satwa endemik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label satwa endemik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2023

Owa Siamang "si hitam" yang setia

Owa Siamang (Hylobates syndactylus) termasuk jenis kera yang tidak berekor seperti gorila, simpanse, maupun orangutan.

Owa Siamang dikenal sebagai salah satu primata dengan kemampuan memanjat terbaik, berkat kedua tangan super panjang, tubuh ramping dan tulang ringan yang memudahkan mereka untuk berayun.
Gambar 1. Owa Siamang yang sedang berayun

Owa Siamang memiliki kantung tenggorokan berwarna keabu-abuan hingga merah muda yang dapat mengembang hingga seukuran jeruk bali  dan menghasilkan suara nyaring yang dikeluarkan oleh siamang, kantung ini disebut Kantung Gular

Gambar 2. Kantung Gular pada Owa Siamang 

dan memiliki lengan panjang dan Siamang juga biasa di sebut Owa Sumatra. Siamang merupakan jenis owa terbesar dari sekitar 18 jenis owa di seluruh dunia. Meskipun yang terbesar dari jenis owa, mereka tetap tidak sebanding dengan primata bertubuh besar lainnya seperti gorila, simpanse, maupun orangutan.

Wilayah persebaranya di Semenanjung Malaya, tepatnya di Pulau Sumatra sepanjang pegunungan Bukit Barisan. Habitat asli
Siamang ada di hutan primer dataran rendah sampai ketinggian 1.300 mdpl (Hardjosentono, 1978).

Selasa, 04 Februari 2020

Burung Rangkong, Burung yang Setia

Rangkong adalah burung berukuran besar dari keluarga Bucerotidae (Julang, Enggang, dan Kangkareng).
Ukuran tubuhnya bervariasi mulai dari 65 cm hingga 170 cm. Beratnya juga beragam, dari 290 hingga 4.200 gram.
Paruhnya panjang dan ringan dengan kepakan sayap yang terdengar keras. Rangkong pun tersebar di Afrika, Asia wilayah tropis, serta Indonesia dan Papua Nugini.

     Rangkong Badak (Buceros rhinoceros)

Indonesia memiliki 13 jenis burung Rangkong dan 3 jenis diantaranya merupakan satwa endemik Indonesia, yang berarti hanya ada di Indonesia yaitu 2 jenis terdapat di pulau Sulawesi dan 1 jenis di Pulau Sumba: 
1.Julang Sulawesi (Ryhticeros cassidix), dan
2.Kangkareng Sulawesi (Rhabdotorrhinus exarhatus);
3.Julang Sumba (Ryhticeros everetti).

     Julang Sulawesi (Ryhticeros cassidix)

Dan 10 jenis lainnya adalah:
1.Enggang Klihingan (Anorrhinus galeritus),
2.Enggang Jambul (Berenicornis comatus),
3.Julang Jambul-Hitam (Rhabdotorrhinus corrugatus),
4.Julang Emas (Rhyticeros undulatus),
5.Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus),
6.Kangkareng Perut-Putih (Anthracoceros albirostris),
7.Rangkong Badak (Buceros rhinoceros),
8.Enggang Gading (Rhinoplax vigil),
9.Rangkong Papan (Buceros bicornis), dan
10.Julang Papua (Rhyticeros plicatus).

      Julang Emas (Rhyticeros undulatus)

Yang unik dari burung ini adalah, memiliki sifat setia terhadap pasangannya atau disebut Monogami.
Jika salah satu diantara pasangannya mati, maka pasangan lainnya tidak akan pernah kawin lagi seumur hidupnya.
Ini berarti sama saja kita membunuh keduanya.

       Julang Papua (Rhyticeros plicatus)

Karena tak kenal maka tak sayang 🤗
Soo...ayo kenali satwa langka Indonesia...
Kampanyekan pelestarian satwa dilindungi
Agar mereka tidak punah nanti...😍

               Kangkareng Sulawesi
          (Rhabdotorrhinus  exarhatus)

Salam Konservasi!!
Salam Lestari!!!

Mengenal OWA SIAMANG si hitam yang "Setia" di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung

Pengembangbiakan (Breeding) Owa Siamang di Lembah Hijau Indonesia merupakan rumah bagi primata, karena dari 250 spesies primata yang ada di ...